Jumat, 29 Juli 2011

al-qur'an hadist tentang adil

Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu berkata: Bersabda Rasulullah Shalallahu‘alaihi wassalam: Sesungguhnya mereka-mereka yang berbuat adil di sisi Allah Ta’ala, kelak mereka akan berada di atas mimbar dari cahaya, dari tangan kanan Allah ArRahman ‘Azza wa Jalla. Dan kedua tangan Allah Ta’ala adalah kanan. Mereka adalah orang-orang yang adil dalam menghukumi sesuatu bahkan terhadap keluarga mereka sendiri, juga terhadap orang-orang yang mereka pimpin. (Dikeluarkan oleh Imam Muslim Rahimahullahu)

Faidah-faidah yang bisa diambil dari hadits di atas adalah:

• Perkataan: عَلَى مَنَابِرَ, di dalamnya menunjukkan bahwa sifat adil akan mengangkat seseorang yang menghiasi diri dengannya. Di dunia ia akan diangkat dengan keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla dan di akhirat ia akan diangkat ke atas mimbar-mimbar dari cahaya.
• Perkataan: مِنْ نُورٍ, di dalamnya menunjukkan bahwa keadilan adalah cahaya di dunia ini dan sesuatu yang akan menyenangkan bagi seorang yang manghakimi dan dihakimi. Dan balasan atas seseorang yang berbuat adil adalah cahaya di akhirat. Sebagaimana kebalikan darinya yaitu berbuat dzalim saat di dunia, maka kelak di akhirat ia akan mendapatkan kegelapan.
• Perkataan: وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ, di dalamnya menunjukkan adanya penetapan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla mempunyai dua tangan, dan kedua tangannya adalah kanan.
• Perkataan: الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِى حُكْمِهِمْ, di dalamnya menunjukkan pujian atas keumuman sifat adil, baik itu keadilan dalam ucapan, perbuatan atau yang lainnya, sebagaimana firman-NYA: …Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabatmu… (QS Al-An’Aam:152), …Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia maka berhukumlah dengan adil… (QS An-Nisaa’:58), …Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa… (QS Al-Maa’idah:8
• Peringatan bagi seseorang untuk tidak menguasai suatu perkara yang dia tidak mampu dalam bidang itu.
• Peringatan bagi seseorang untuk tidak menguasai suatu perkara yang dia lemah dan tidak bisa amanah dalam bidang tersebut
• Bahwasanya wajib atas du’at-du’at kebaikan untuk melazimi sifat adil ini, baik dengan ungkapan-ungkapannya, perbuatan-perbuatannya maupun tulisan-tulisan pena mereka dalam segala keadaannya. Dan yang demikian menjadi penyebab terhasilkannya taufiq Allah Ta’ala, sehingga akan menyebabkan bersinarnya hati-hati dan langkah-langkah mereka. Dan Allah Ta’ala akan meninggikan kedudukannya di dunia dan akhirat. Dan tidaklah seseorang melampaui batas melainkan pada hakikatnya ia mendzalimi dirinya sendiri, dan tidaklah Rabbmu sekali-kali akan berbuat dzalim.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar